Selasa, 04 Maret 2014

Pentingnya puasa pada bulan Ramadhan

Pentingnya Puasa Ramadhan “Barang dengan ridha yang terdahulu.” (H.R. Muttafaqun ‘Alaih) Para dalam satu tahun menjadi dua bagian. Enam bulan Allah agar bisa mendapati bulan Ramadhan dan mampu mengisinya dengan amal ibadah yang mereka semua tersebut diterima. Dengan kata lain, para sahabat menjadikan Ramadhan kehidupannya. Tahun ajaran hidup mereka diawali dan diakhiri pada bulan Ramadhan. Bulan pembuktian ibadah lima bulan sebelumnya, sekaligus sebagai masa persiapan menempuh hidup pada enam bulan sesudahnya. Sebenarnya, menjadikan kurikulum keistimewaan pada bulan Ramadhan yang tidak diberikan pada bulan-bulan lain, di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, pintu surga dibuka, sedangkan pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Rasulullah saw. bersabda, “Jika telah datang bulan pintu-pintu neraka ditutup…” (H.R. Hadits ini bisa dipahami apa adanya, yaitu pintu neraka bahwa karena mensyariatkan yang dapat membawa seseorang ke surga. Sebaliknya, peluang masuk ke neraka karena kecil. Kedua, bulan Ramadhan, Allah Swt. melipatgandakan ganjaran dan menaikkan derajat ibadah. Satu ibadah wajib dilipatgandakan menjadi tujuh puluh kali ibadah wajib pada bulan lain dan ibadah Rasulullah bertaqarrub Ramadhan) dengan suatu kebaikan, ia bagaikan melakukan suatu kewajiban pada bulan lainnya. Barang siapa melakukan suatu kewajiban pada bulan ini, maka ia sama dengan orang yang melakukan tujuh puluh kali amalan wajib pada bulan lainnya” (H.R. Ibnu Khuzaimah). Dalam hadits lain, dikemukakan bahwa satu tasbih pada seribu kali tasbih pada bulan lain (H.R. at-Tirmidzi). Itulah sebabnya Ramadhan disebut pula Syahr Ar Rahmah (bulan yang penuh rahmat) dan Syahr ala-i (bulan yang penuh nikmat dan limpahan rahmat). Nilai ibadah pada bulan ini lebih tinggi ketimbang sebelas bulan lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar